LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI DASAR
“Pengenalan Alat-alat Laboratorium”

           



OLEH :
NAMA            : NURLIANA
NIM                : Q1A118016
KELOMPOK : 1 (DUA)
KELAS           : ITP A 2018
ASISTEN       : UMMU KHAYRAH




JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019



I.  PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Pengenalan alat-alat praktikum penting dilakukan guna untuk keselamatan kerja dalam melakukan proses penelitian, selain itu juga pengenalan alat praktikum bertujuan agar mahasiswa mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat tersebut. Alat-alat praktikum sangat di butuhkan dalam proses penelitian. Ada banyak sekali alat-alat yang digunakan dan mempunyai fungsi masing-masing didalam bidang keilmuan ataupun proses penelitian tentu alat ini sangat di butuhkan sekali. Alat-alat laboratorium juga dapat berbahasa jika terjadi kesalahan dalam prosedur pemakaiannya.
Secara langsung prinsip ilmiah dan hokum alam juga tidak dapat juga diuji hanya dengan jumlah percobaan yang terbatas yang dilakukan oleh mahasiswa. Keterbatasan alat yang dipunyai, waktu yang singkat dan kompleksitas generalisasi, merupakan keterbatasan percobaan mahasiswa yang menunjukan hal yang hebat kalau mahasiswa bisa menghasilkan prinsip teoritis yang penting dari sekupulan data mentah hasil percobaan.
Umumya setiap alat memiliki nama yang menunjukan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan, beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukannya praktikum pengenalan alat-alat laboratorium, agar dapat mengetahui fungsi dari alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi.  

1.2.  Tujuan 
Tujuan praktikum pengenalan alat-alat laboratorium yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui jenis dan fungsi beberapa peralatan laboratorium yang dibutuhkan dalam pengujian mikrobiologis. Agar mahasiswa dapat mengoperasikan peralatan dan mengetahui cara penggunaannya agar dapat berfungsi dengan benar. 

















II.  TINJAUAN PUSTAKA
 Mikrobiologi adalah kajian atau ilmu yang berhubungan dengan organisme kecil yang tidak tampak oleh mata telanjang. Mikroorganisme yang dikaji mencakup berbagai jenis prokariotik maupun eukariotik meliputi bakteri, virus, yeast dan jamur, algae dan protozoa (Lestari et al., 2018).
          Secara umum dalam bidang kimia dan ilmu alam, pekerjaan eksperimental dan laboratorium adalah salah satu metode yang lebih efektif untuk memperoleh pengetahuan. Kerja eksperimental klasik adalah metode kerja praktis yang paling umum dan lebih umum digunakan saat mengajar sains dan kimia disekolah dasar. Murid melatih dengan menggunakan kemampuan manual mereka, mengembangkan kemampuan mereka untuk menggambarkan perubahan kimiawi, belajar tentang sifat fisik dan kimia dari materi, mengembangkan keselamatan pada kemampuan kerja didalam laboratorium sekolah, penguatan dan pelengkap, pengetahuan dan keterampilan mereka, dan mengembangkan pendekatan eksperimental sebagai bentuk karya penelitian (Herga, 2016).
Laboratorium adalah suatu tempat dimana dilakukan kegiatan percobaan,  pengukuran, penelitian atau riset ilmiah yang berhubungan dengan ilmu sains (kimia, fisika, biologi) dan ilmu lainnya. Laboratorium bisa berupa ruangan yang tertutup seperti kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain (Emda, 2014).
          Laboratorium sains adalah tempat dimana keterampilan eksperimental dasar hanya dipelajari dengan melakukan serangkaian percobaan. Prosedur keselamatan adalah perilaku yang dipelajari dan keselamatan yang mencakup yang sesuai penggunaan peralatan pelindung dan pakaian, penanganan material yang aman di laboratorium (Sharivastava, 2017).
          Tata ruang laboratorium kimia berarti suatu tatanan komponen pengisi ruangan laboratorium kimia, di mana letak meja-meja, bangku, berapa renggang barang-barang tersebut berjarak dan di mana letak bak-bak cuci, perlengkapan air, listrik dan gas, letak lemari, alat pengaman dan kotak P3K diletakan. Hal ini merupakan segi-segi yang harus diperhatikan dalam pengaturan tata ruang laboratorium kimia (Warsito et al., 2010).
          Beberapa alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi dalam laboratorium dan dijelaskan juga fungsi, cara penggunaan alat serta prinsip kerjanya masing-masing. Alat-alat yang digunakan dalam melaksanakan praktikum terbagi atas tiga macam alat yaitu alat elekrik, gelas dan non gelas (Andriani, 2016.).
Pengembangan alat praktikum didasarkan pada kelayakan alat praktikum, yaitu meliputih keterkaitan dengan bahan ajar, nilai pendidikan, ketahanan alat, ketepatan alat ukur, ketelitian alat ukur, dan efisiensi penggunaan alat, keamanan bagi siswa stetika dan ketersedian bahan baku (Yunita et al., 2016).







III.    METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1.  Waktu dan Tempat Pelaksanaan
        Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 19 September 2019 pukul 08.00 WITA sampai selesai. Bertempat di Laboratorium Proteksi Tanaman Unit Pendididkan Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo.
3.2. Bahan dan Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium adalah gelas kimia, gelas ukur, tabung reaksi, Erlenmeyer, hot plate, pipet, sikat tabung, sentrifuse, loupe, cawan petri, cultur chamber, mikroskop cahaya, lampu bunsen, jarum ose, timbangan analitik, autoclave, shaker water bath dan kamera .
3.3. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada pratikum ini adalah sebagai berikut:
1.        Menyiapkan alat-alat laboratorium yang akan digunakan.
2.        Mencatatat fungsi dan kegunaan alat-alat Laboratorium yang telah di jelaskan oleh asisten laboratorium.
3.        Mendokumentasikan peralatan yang sudah diperkealkan menggunakan kamera Handphone.



IV.    HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.  Hasil
      Hasil yang diperoleh dari praktikum pengenalan alat-alat laboratorium adalah sebagai berikut:
No.
Nama alat
Gambar

1.
Gelas Kimia

2.
Gelas Ukur
20190919_090906
3.
Tabung Reaksi

4.
Erlenmeyer

5.
Hot Plate
IMG_20171018_155526.jpg

6.
Pipet
IMG_20171018_155647.jpg
                               
7.
Sikat Tabung
8.
Sentrifuse
IMG_20171018_155726.jpg
9.
Loupe
20171020110338.jpg
10.
Cawan Petri
11.
Cultur Chamber
IMG_20171018_155726.jpg
12.
Mikroskop Cahaya

13.
Lampu Bunsen
IMG_20171018_155556.jpg

14.
Jarum Ose
15.
Timbangan Analitik
IMG_20171018_155536.jpg
16.
Autoclave
IMG_20171018_155842.jpg
17.
Shaker Water Bath
IMG_20171018_155753.jpg

4.2.     Pembahasan
          Hasil pengamatan mengenai pengenalan alat-alat laboratorium memberi kejelasan pada kita bahwa alat-alat laboratorium dikelompokkan kedalam peralatan bahan kaca, plastik, dan besi. Gelas kimia, gelas ukur, tabung reaksi, erlen meyer, loupe (lup), cawan petri, dan lampu bunsen merupakan peralatan dari bahan gelas atau kaca. Pipet merupakan alat yang terbuat dari plastik serta sikat tabung dari bahan besi.
          Gelas kimia tinggi berdiameter besar dengan skala disepanjang  dindingnya, terbuat dari kaca biroksilikat yang tahan panas, gelas kimia berfungsi untuk mencampurkan dan menyimpan bahan kimia. Cara menggunakannya yaitu bersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan lap kemudian simpan larutan di dalamnya.
          Gelas ukur berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya, terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Gelas ukur berfungsi untuk mengukur voluma suatu larutan. Pada saat mengukur volume larutan sebaiknya volume tersebut ditentukan berdasarkan skala volumenya. Cara menggunakannya yaitu larutan dimasukkan ke dalam gelas ukur. Sesuaikan dengan volume yang diperlukan.
          Tabung reaksi berupa tabung yang terkadang dilengkapi tutup, terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas. Tabung reaksi digunakan untuk mereaksikan larutan. Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair. Penutup tabung reaksi dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastik, atau aluminium foil. Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi dua bentuk menurut fungsinya, yaitu media agar tegak dan agar miring. Untuk membuat agar miring, perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi. Cara menggunakan tabung reaksi yaitu bersihkan terlebih  dahulu, setelah itu keringkan dengan lap atau kertas isap, kemudian sampel yang akan direaksikan dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
Erlenmeyer berupa gelas yang berdiameter semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Erlenmeyer berfungsi sebagai medium dan tempat untuk membiakan mikroba dan sebagai tempat mereaksikan larutan. Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, lalu dikeringkan dengan lap. Kemudian suatu larutan dimasukkan lalu dititrasi kemudian digoyangkan memutar labu erlenmeyer.
          Cawan petri terbuat dari porselen, berfungsi sebagai tempat pertumbuhan mikroba secara kuantitatif serta tempat menyimpan objek pengamatan. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran, diameter cawan yag biasanya berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml, sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml.
          Lampu bunsen berfungsi untuk memanaskan dan menserilkan alat-alat yang terbuat dari platina. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, bagian api yang paling cocok untuk memijarkannya adalah api yang warna biru. Perubahan bunsen dapat menggunakan bahan bakar gas atau methanol.
          Hot plate terbuat dari logam dan berfugsi untuk memanaskan suatu bahan atau larutan dalam jumlah besar dan untuk menghomogenkan larutan dengan pengadukan, biasanya untuk larutan yanng mudah terbakar. Loupe berfungsi untuk mengamati benda-benda kecil agar lebih besar dan jelas.
          Sentrifuse berfungsi untuk memisahkan bahan tersuspensi dari medianya. Pemisahan sentrifuse menggunakan prinsip dimana objek diputar secara horizontal pada jarak tertentu. Apabila objek berotasi di dalam tabung atau silinder yang berisi campuran cairan dan partikel, maka campuran tersebut dapat bergerak menuju pusat rotasi, namun hal tersebut tidak terjadi karena adanya gaya yang berlawanan yang menuju kearah dinding luar silinder atau tabung, gaya tersebut adalah gaya sentrifusi.
          Cultur chamber (oven) berfungsi untuk menumbuhkan media yang akan ditumbuhkan. Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan dengan menggunakan uap air panas yang bertekanan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dengan suhu 121⁰C (250⁰f). Jadi tekanan yang bekerja keseluruh  permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC. shaker water bath berfungsi untuk menciptakan suhu yang konstan yang digunakan untuk inkubasi serta untuk mereaksikan zat di atas suhu ruangan dan untuk aktifitas enzim. Selain peralatan tersebut, masih banyak alat-alat lain seperti pipet, sikat tabung, mikroskop cahaya, jarum ose, dan timbangan analitik.
          Pipet berfungsi untuk mengambil larutan dalam jumlah sedikit dan memindahkan bahan. Cara menggunakannya yaitu larutan-larutan dimasukkan ke dalam gelas ukur. Sesuaikan dengan volume yang diperlukan. Baca ketepatan volume dengan melihat meniscus ke bawah. Sikat tabung terbuat dari kawat, ukurannya tumpu, runcing, dan rata berekor, berfungsi untuk membersihkan tabung reaksi setelah digunakan.
          Mikroskop cahaya adalah alat yang paling khas dalam laboratorium yang memberikan perbesaran dan  membuat kita dapat melihat sruktur mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Mikroskop yang tersedia memungkinkan jangkauan perbesaran yang luas dari beberapa kali hingga ribuan kali dan  berfungsi untuk mengamati objek yang berukuran mikroskopis.
          Jarum ose berfungsi untuk mengambil dan memindahkan sampel yang akan diamati. Jarum ose biasanya terbuat dari kawat nikrom atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas. Bentuk jarum ose dapat berbentuk lingkaran (loupe) dan disebut ose atau inoculating needle atau transfer needle.
          Timbangan analitik berfungsi untuk menimbang berat sampel dan berat media. Cara penggunaannya yaitu dengan meletakkan bahan pada wadah sampel kemudian menekan tombol pengaturan berat sehingga otomatis akan muncul berat bahan pada layar penghitung


V.  PENUTUP
5.2.   Saran
             Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar setiap mahasiswa atau praktikan dapat mengetahui jenis-jenis peralatan laboratorium beserta fungsinya pada saat melakukan pengujian mikrobiologi. Contohnya  pipet tetes berbentuk pipet kecil yang ditutupi dengan karet dibagian atasnya serta fungsinya mengambil/memindahkan larutan dan peralatan lainya. Selain itu, praktikan dapat mengoperasikan alat-alat tersebut sesuai dengan fungsinya serta mengetahui cara penanganannya dengan penuh tanggung jawab, melakukan perjanjian dengan asisten sebelum praktikum dilaksanakan merupakan tindakan tanggung jawab ketika terjadi kerusakan alat laboratorium selama kegiatan praktikum.

5.2.   Saran
          Saran saya pada praktikum ini adalah agar alat-alat laboratorium yang akan digunakan lengkap, sehingga pada praktikan satu dengan praktikan lainnya dapat mengerjakan praktikum dengan baik.



DAFTAR PUSTAKA
Andriani, R. 2016. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium Mikrobiologi Untuk   Mengatasi Keselamatan Kerja dan Keberhasilan Praktikum. Jurnal Mikrobiologi. Vol 1(1):1-2.

Emda  A. 2014. Laboratorium Sebagai Sarana Pembelajaran Kimia Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Kerja Ilmia. Lantanida journal. Vol 2.

Herga, MR. 2016. Laboratorium Vitual Dalam Perannya Visualisasi Dinamis Untuk Pemahaman Yang Lebih Baik Tentang Kimia Disekolah Dasar. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education. 12 (3), 593-605.

Lestari, LA. Harmayani, E. Utami, T. Sari, P.M. dan Nurvaani, S. 2018. Dasar-dasar Mikrobiologi Makanan di Bidang Gizi  dan Kesehatan. Yogyakarta. Gadjah mada university press.

Sharivastava, S. K. 2017. Prosedur Keamanan Di Laboratorium International Journal of Engineering dan Scientific Research. 05 (07): 54-64.

Warsito, KR. dan Candra, I.N.2010.  Pengetahuan Praktis Laboratorium Kimia. Bengkulu. UNIB Press.

Yunita, W E. Cahyono dan Wijawati, N. 2016. Pengembangan Kit Stoikiometri untuk meningkatkan Pemahaman konsep siswa melalui pembelajaran scientific approach. Journal of Innovative Science Education. Vol 5(1): 63-72.




Komentar